Jumat, 08 November 2013

Soal Latihan Akuntansi

 Assalamu'alaikum, temen-temen berikut dilampirkan soal latihan + jawaban untuk matkul akuntansi, semoga dapat membantu ya ^^, sumbernya dari ka Denny SW 2012 B, buat yang mau nanya atau konsultasi bisa nemuin doi langsung aja ya, semangaat ^^

 











Jumat, 02 Agustus 2013

Manajemen Pendidikan at Glance

Caelah judulnya keren ye, pake bahasa sansekerta *ditabok. Oke skip, kali ini mimin yang baik hati ini akan sharing sedikit mengenai jurusan manajemen pendidikan FIP UNJ nih, terutama buat mahasiswa baru 2013 yang masih "ngawang-ngawang" sama jurusan pilihannya sendiri. Susah emang anak muda jaman sekarang, pada banyak yang kecebur ya? Yaudah berenang aja, daripada tenggelem :p
Manajemen Pendidikan, sebuah prodi yang berfokus untuk menyiapkan generasi yang mumpuni dibidang pengelolaan seluruh aspek pendidikan, mulai dari SDM, SDA, Dana, Visi, Misi, Aturan dan sebagainya. Intinya sih, bagaimana nantinya sang Manajer ini membawa sebuah instansi menuju ke arah tujuan secara efektif dan efisien. Karena itulah, di MP kalian akan belajar banyak hal, mulai dari dasar pengantar pendidikan, pengelolaan SDM dan SDA, Manajemen Pendidikan Nasional, Hukum dalam pendidikan dan sebagainya. Semua itu ditujukan untuk mempersiapkan lulusan MP menjadi manajer handal dalam rangka pencapaian tujuan instruksional, instansi serta tingkat nasional! Kece kan? Kece dong! Go MP! Ringkasnya, MP memiliki peranan yang amat besar dalam proses pencapaian tujuan pendidikan secara tepat dan efisien, yang nantinya pendidikan akan menjadi kunci dari perubahan bangsa Indonesia menjadi negara maju dan terdepan! *badaaaiiii*
Yup, itu sekilas aja gambaran tentang tujuan Jurusan Manajemen Pendidikan. Pelajarannya yaa kaya yang tadi udah disebutin, banyak macemnya. Ampe-ampe ada sistem kredit bank, bayangin =,=. Tapi disitu uniknya, jadi seolah-olah MP adalah dua disiplin ilmu yang berbeda, yaitu Manajemen dan Pendidikan. Buktinya, banyak ko alumni-alumni MP yang kerja di Bank-Bank nasional dan swasta, karena ilmu manajemennya juga ada ^^
Prospek kerja?? PNS?? Hm... kalau dari keterangan Ibu Dr. Nurhattati Fu'ad, M.Pd, Kajur MP, kuota untuk penerimaan CPNS untuk MP masih belum ada. Jadi jika berniat jadi PNS, kita harus masuk ke kuota pendidikan secara umum dan bersaing dengan seluruh sarjana pendidikan lainnya. Tapi masih bisa ko, santai aja ^^ banyak alumni-alumni yang sudah jadi PNS, ada yang di Departemen Sosial, Sekretariat Negara dan lain-lain. "Kak, aku mau jadi guruuu! Bisa ga?" InsyaAllah bisa, de ^^ Sekarang pemerintah terutama Kemendikbud sedang melaksanakan Program Profesi Guru yang nantinya insyaAllah bisa diikuti seluruh lulusan S1 untuk menjadi seorang guru bersertifikat ^^
Mungkin itu ajah dulu ya yang bisa mimin share, buat nanya-nanya coba kalian tanya senior-senior, dosen atau yang lainnya. Untuk kritik, saran dan pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar ^^

Mention Runaway 2013

MENTION RUNAWAY

"Pengabdianku untuk Cibuyutan"

  Mention Runaway? Apaan tuh?

> Mention Runaway (Management of Education Runaway) adalah sebuah acara social-adventure yang merupakan salah satu proker HiMa MP, khusunya Departemen Advokasi Sosial. Acara ini bertujuan untuk melaksanakan salah satu tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Nah tahun ini Mention Runaway bertempat di desa Cibuyutan, daerah Bogor.

 Ngapain aja sih Mention Runaway?

> Banyak banget kegiatan yang ada didalamnya. Intinya seluruh anak MP melakukan petualangan ke daerah baru yang masih tertinggal untuk membantu dalam berbagai hal, seperti pendidikan, pembangunan dan sebagainya. Kaya acara "Jika Aku Menjadi" itulooh, yang ada di TransTV.

 Alhamdulillah tahun ini Mention Runaway berjalan dengan sukses di desa Cibuyutan, dan banyak banget cerita dan foto-foto seru yang dibawa oleh para penjelajah ini. Yuk kita simak saja foto dan cerita yang ada!

Testimoni:

1. Pratama Dhanty Wahyuningtyas

"Mention Runaway, such an amazing runaway I've ever had. Semoga kita semua dapat mengambil makna-makna positif dari kegiatan ini, berharap kita dapat belajar tentang kesederhanaan hidup dan kearifan dalam bekerja dari masyarakat Cibuyutan. Semoga kita dapat belajar tentang ketulusan dan keceriaan dari siswa siswi MI Miftahussoleh. Semoga terinspirasi dan selamat menginspirasi."

2.  Sheffany Nur Laila

"Hidup di desa tidak seperti di kota yang serba ada. Tetapi hidup di desa mengajarkan banyak hal. Mengajarkan kita untuk belajar hidup. Hidup itu tidak hanya untuk bersenang senang dengan kenyamanan yang ada. Dan mengajarkan kita bahwa hidup adalah perjuangan yang tidak akan pernah selesai. Mengajarkan agar selalu bersyukur kepada Allah karena dengan kasih sayang-Nya kita semua dapat hidup berkecukupan dibanding orang lain yang masih membutuhkan. Banyak pelajaran dan kenangan yang tak terlupakan di desa Cibuyutan. Always say 'Alhamdulillah'"

3. Dini Islami

"Mention Runaway is the best experience I've ever had! Bener-bener ngerasain hidup susah itu gimana, belajar jadi ga manja dan lebih bersyukur sama apa yang gue punya sekarang. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!"

4. Jale, Baok and friends

"Tidak ada yang lebih aku sesali, daripada ketidakbergunaan diri bagi bangsa ini. Namun tidak ada yang lebih membuatku bahagia, daripada memperjuangkan kebenaran dan pendidikan. Karena itulah kami ke Cibuyutan!"

 Foto-foto


Home sweet home

Nyari Tutut


MI Miftahussoleh

Ular naga panjaaang

Antusiasme adik-adik Cibuyutan






Ketuplak dan Pak RT

Penjelajah Alam

Kondisi Jalan

Sang Penandur

Sedang Menandur


Ucup sang Penanak Nasi

Mari Senam!!

Kondisi Masjid

Dinner's served!


Mari Belajar ^^


Pengajar Muda






Para Pejuang Cibuyutan




Meratapi Gagalnya Panen


Briefing

Sunrise

Back to Nature

Sang Pencerah

Rabu, 05 Juni 2013

TATA CARA PENGISIAN EVALUASI PERKULIAHAN

Berikut dijelaskan tata cara untuk melakukan pengisian evaluasi perkuliahan!

1. Masuk ke website siakad.unj.ac.id

2. Masukan Username, password dan kode verifikasi

3. Pilih menu "Mahasiswa"

4. Selanjutnya, pilih kolom "Evaluasi Perkuliahan"


5. Selanjutnya, klik kolom "Opsi" dan mulai mengisi satu persatu angket yang ada. Ingat, semua mata kuliah harus diisi ya

Rabu, 01 Mei 2013

Ujian Nasional dan Kurikulum 2013




Dunia pendidikan di Indonesia sedang ramai membicarakan isu-isu pendidikan yang muncul. Ada yang sebenarnya adalah isu lama, ada juga isu baru yang ramai bermunculan. Namun ada dua isu besar yang sedang mendominasi perdebatan dan perbincangan diantara kalangan pendidikan, yaitu Ujian Nasional dan Kurikulum 2013.

Seluruh elemen UNJ pun tak ketinggalan untuk mengadakan berbagai kajian dan diskusi mengenai dua isu pendidikan Indonesia ini. Seminggu yang lalu, Hima Manajemen Pendidikan oleh departemen pendidikannya mengadakan kajian terkait Ujian Nasional. Lalu baru baru ini, BEM FIP UNJ mengadakan pra-wisata akbar UNJ yang berisi kajian mengenai Ujian Nasional dan Kurikulum 2013 sebagai langkah awal untuk kegiatan aksi 2 Mei nanti dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional. Berbagai pendapat tentunya bermunculan. Pro, kontra, solusi, alasan dan sebagainya bermunculan dalam diskusi yang ada. Namun dari semua hal yang ada, kita dapat mengambil beberapa poin yang mungkin dapat mewakili seluruh diskusi.

1. Ujian Nasional
Hal yang satu ini pasti tidak asing ditelinga kita. Ya tentu saja, ujian yang katanya menjadi momok terbesar untuk siswa sekolah ini terus bergulir, walaupun teriakan atas penolakannya sudah digaungkan diseluruh Indonesia. Namun kementrian pendidikan seakan tuli, atau mungkin tidak peduli dengan seluruh aspirasi rakyat yang peduli akan pendidikan? Beribu alasan untuk menolak ujian nasional, namun tak satupun aspirasi tersampaikan. Demokrasi yang sempurna. Pak menteri beralasan ada rasionalitas dibalik pelaksanaan UN, jadi kita jangan asal menggugat. Seolah-olah rasionalitas hanyalah milik kementrian dan rakyat tidak tahu apa-apa. Mari kita bahas sedikit alasan mengapa ujian nasional perlu dipertimbangkan kembali.

Apa sih makna pendidikan yang sebenarnya? Apakah pendidikan adalah sebuah nilai tertulis? Apakah semuanya hanya tentang secarik ijazah? Ataukah kognisi mendominasi keseluruhan? Secara sederhana, pendidikan adalah usaha yang dilakukan agar seorang peserta didik mampu hidup dengan baik dilingkungan masyarakat. Pertanyaannya, apakah seorang pelukis harus mengerti logaritma dan trigonometri untuk dapat hidup dimasyarakat sebagai pelukis? Apakah seorang penyanyi harus mengerti hukum coulomb dan gaya elektromagnetis untuk dapat bernyanyi? Jika manusia diciptakan berbeda, dengan potensi yang bermacam-macam, untuk apakah sebenarnya eksistensi dari ujian standarisasi?? Bangsa ini memang butuh generasi penerus yang cemerlang, namun pemerintah harus berhenti menganggap kecemerlangan itu hanyalah masalah kognisi semata. Atau mungkin pemerintah harus belajar psikologi terlebih dulu?? Mungkin saja.

Dasar hukum UN ada pada PP no 19 tahun 2005, yang lucunya bisa melangkahi UU Sisdiknas no 20 tahun 2003. Karena secara hirarki, tentunya PP tidak boleh bertentangan dengan UU. Dalam UU sisdiknas pasal 58 tentang evaluasi pendidikan, bahwa evaluasi dilaksanakan oleh pendidik, bukan pemerintah. Mengapa demikian? Karena yang terlibat langsung dalam proses pendidikan adalah guru, maka dari itulah guru yang berhak menentukan kelulusan murid, dari segi kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Namun ada banyak pihak yang beranggapan bahwa UN ada atas dasar ketidakpercayaan pemerintah pada penilaian guru yang secara kualitas masih sangat kurang. Kalau benar begitu adanya, kenapa tidak meningkatkan kualitas guru? Dana untuk UN dari tahun ke tahun mungkin akan cukup untuk upaya peningkatan kualitas guru.

2. Kurikulum 2013

Banyak kontroversi. Banyak penolakan. Banyak perubahan. Banyak pula makan biaya. Ya, itulah kurikulum baru 2013. Sungguh sebuah isu fenomenal dibidang pendidikan. Mengapa? Jelas, kurikulum adalah "bahan dasar" pendidikan. Seluruh konsep pendidikan, dari awal hingga akhir, tercantum dalam draft "keramat" ini. Sebenarnya tidak keramat sih, toh sudah lebih dari 10 kali kurikulum kita bergonta-ganti. Aneh? Tentu. Kurikulum itu rencana jangka panjang. Jadi kalo belom 15 tahun udah diganti, rasanya ada yang ganjil.
Draft uji publik telah diluncurkan, banyak perubahan telah dilakukan, namun rasanya masih ada hal yang kurang pas. Terlepas dari prasangka masyarakat akan kurikulum berbasis proyek ini, lebih bijak rasanya jika kita melihat dari skala prioritas pendidikan Indonesia.

Jika kita menjabarkan permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia, tentunya akan menjadi pembahasan yang sangat panjang. Namun ada satu "benang" yang jika ditarik dapat mengurangi kusutnya pendidikan Indonesia. Ya, benang emas itu adalah guru. Kualitas guru yang tinggi menjadi harga mati untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang berhasil. Mengutip pernyataan pak Mendikbud M. Nuh yang mengatakan bahwa kurikulum bukanlah sesuatu yang sakral, jadi boleh saja diubah. Pertanyaannya, yang bilang tidak boleh itu siapa, pak? Kita hanya merasa bahwa urgensi perubahan kurikulum tidaklah terlalu besar. Yang menjadi sasaran utama dari kemendikbud seharusnya adalah guru. Apa gunanya konsep, sarpras, buku dan sebagainya jika yang menjalankannya belum mumpuni? Apa arti benda mati, tanpa ada seseorang yang menggunakannya? Inti permasalahannya sebenarnya ada pada hal itu, skala prioritas.

Demikian pembahasan yang diambil dari dua diskusi pendidikan di FIP. Semoga pendidikan Indonesia semakin jaya. Hidup Mahasiswa, Hidup Pendidikan Indonesia! Jayalah selalu Indonesiaku!